Smartfren Jadi Penggagas 4G Lte Di Salatiga

Ini bukan review atau goresan pena serius, melainkan goresan pena iseng belaka. Minggu lalu, 17-19 Juli 2015, penulis berada di Salatiga, sebuah kota kecil di tengah-tengah Solo dan Semarang. Layanan 3G dan HSPA Telkomsel di sana tak sanggup diandalkan. XL lancar jaya, sedangkan Indosat tergolong lumayan. Tri? Wah, aku tidak mencobanya.

Saat iseng melaksanakan pencarian jaringan, ternyata ada satu sinyal LTE yang tertangkap oleh LG G4. Pemiliknya operator 51028. Tak usah bingung. Itu mobile network code-nya Smartfren. Wah, Smartfren rupanya menjadi penggagas 4G LTE di Salatiga.

G dan HSPA Telkomsel di sana tak sanggup diandalkan Smartfren Kaprikornus Pelopor 4G LTE di Salatiga

Peranti mifi Smartfren Andromax M2P penulis aktifkan, kemudian G4 penulis koneksikan ke sana. Sinyal LTE-nya tak terlalu berpengaruh sih. Hanya dua dari maksimal lima garis. Namun, lebih baik dua bar daripada tidak ada sama sekali, bukan?

G dan HSPA Telkomsel di sana tak sanggup diandalkan Smartfren Kaprikornus Pelopor 4G LTE di Salatiga

Ini bukti jika penulis sedang berada di Salatiga.

G dan HSPA Telkomsel di sana tak sanggup diandalkan Smartfren Kaprikornus Pelopor 4G LTE di Salatiga

Iseng-iseng speed test pada dua waktu yang berbeda. Ini hasilnya.

G dan HSPA Telkomsel di sana tak sanggup diandalkan Smartfren Kaprikornus Pelopor 4G LTE di Salatiga

G dan HSPA Telkomsel di sana tak sanggup diandalkan Smartfren Kaprikornus Pelopor 4G LTE di Salatiga

Laptop penulis hubungkan dengan M2P. Tampilan antarmukanya ibarat ini.

G dan HSPA Telkomsel di sana tak sanggup diandalkan Smartfren Kaprikornus Pelopor 4G LTE di Salatiga

Mari kita mencoba mengukur kecepatan layanan data.

G dan HSPA Telkomsel di sana tak sanggup diandalkan Smartfren Kaprikornus Pelopor 4G LTE di Salatiga

Rupanya untuk menikmati LTE penulis tak harus berada di kota besar. Semoga kelak Smartfren terus melaksanakan perbaikan dan peningkatan.

Naga-naganya persaingan layanan LTE di negeri ini akan melibatkan dua pemain utama. Merah versus merah. Pesaing berat LTE Telkomsel bukan XL dan Indosat, melainkan Smartfren. Bagaimana pendapat Anda?

 

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)