Review Lg Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung, Anda mungkin akan membayangkan ponsel berharga jual tinggi. Entah Samsung Galaxy Round, Galaxy Note Edge, Galaxy S6 edge, atau Galaxy S6 edge+. Sebagian di antara Anda bisa jadi pribadi teringat dengan LG G Flex dan G Flex2.

Padahal, ponsel berlayar lengkung bersama-sama ada pula yang dibanderol kurang dari Rp 2 juta. Misalnya, LG Magna yang harga ritelnya ketika ini Rp 1.799.000. Lengkungan layarnya memang kalah ekstrem dibandingkan deretan ponsel lengkung yang dijual mahal. Betapa pun, tetap saja Magna berlayar lengkung. Bukan rata.

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Cara termudah untuk mengamati layar lengkung Magna, letakkan ponsel itu di bidang datar dalam posisi terbalik. Posisikan mata sejajar dengan dasar ponsel. Terlihatnya suasana di belakang ponsel lewat celah tipis merupakan bukti kalau permukaan layar Magna melengkung.

Alternatif lain, peganglah ponsel secara mendatar. Bagian bodi yang dibekali konektor micro USB berada di kiri, sedangkan sisi bodi yang dilengkapi konektor audio 3,5 milimeter di kanan. Tataplah layar ponsel itu dengan cermat. Terlihat agak melengkung, bukan?

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Magna hadir dengan layar IPS lima inci beresolusi 1.280 x 720 piksel. Sama dengan aneka ponsel LG yang sekarang tersedia di pasar, untuk menyalakan atau memadamkan layar, pengguna cukup mengetukkan jari dua kali ke permukaan layar. Pengguna juga sanggup mengaktifkan kombinasi ketukan layar sebagai password pembuka layar yang terkunci. LG menyebutnya sebagai Knock Code.

Kalau sekadar ingin melihat tanggal, jam, sinyal, atau kondisi baterai, pengguna Magna tak perlu mengetuk layar maupun menekan tombol power. Cukup sapukan jari ke bawah. Titik awal sapuan bisa dari mana saja. Boleh dari bab atas layar ke tengah, boleh pula dari tengah layar ke bawah. Bagian atas layar akan menyala, seolah mempersilakan pengguna mengintip sepenggal informasi.

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Sepasang kamera tersedia di ponsel Android 5.0.1 Lollipop itu. Kamera di sisi belakang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Ia sanggup menghasilkan foto beresolusi maksimal delapan megapiksel. Sementara itu, kamera di sisi muka ponsel sanggup memproduksi foto beresolusi lima megapiksel. Kalau difungsikan sebagai perekam video, masing-masing kamera tersebut sanggup menghasilkan klip video full HD 1080p.

Buat pengguna yang gemar melaksanakan foto selfie, ada dua fitur yang patut dieksplorasi. Pertama, gesture shot. Saat selfie menggunakan kamera depan, pengguna bisa menyuruh ponsel memotret tanpa perlu menyentuh tombol apa pun. Pengguna cukup membuka telapak tangan dan mengarahkannya ke kamera. Ketika di layar telah muncul kotak biru, tutuplah telapak tangan. Kamera impulsif akan mulai menghitung mundur 3� 2� 1� kemudian menjepret.

Fitur kedua yakni front camera light. Kamera depan Magna tidak dibekali lampu kilat. Meskipun demikian, kala selfie di kawasan yang kurang cahaya, pengguna bisa memperoleh komplemen pencahayaan. Caranya, ketika kamera depan telah aktif, tekanlah ikon lampu kilat. Jendela pemotretan bakal mengecil dan memunculkan bingkai yang memancarkan cahaya komplemen untuk menerangi wajah pengguna.

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Prosesor empat inti (quad core) MediaTek MT6582 1,3 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 1 GB, dan ROM 8 GB merupakan sebagian spesifikasi lain Magna. Ketika ponsel kali pertama diaktifkan semenjak dikeluarkan dari kardus, sisa memori internal mencapai 3,36 GB. Ponsel dengan baterai non-tanam berkapasitas 2.540 mAh itu juga dilengkapi selot kartu microSD dan radio FM.

Dua selot kartu SIM di Magna mensyaratkan kartu micro SIM. Kedua nomor yang diselipkan bisa siaga bersamaan. Salah satu di antaranya leluasa digunakan berinternet via layanan GPRS, EDGE, 3G, dan HSPA. Pengguna bebas memilih nomor di selot kartu SIM mana yang diizinkan berkelana ke jaringan 3G. Satu nomor lainnya otomatis berkutat di jaringan 2G saja, hingga suatu ketika pengguna mengubah pengaturan di hidangan ponsel.

Dengan memperhatikan harga jualnya, berdasarkan penulis, Magna cukup menarik untuk dilirik. Ponsel itu nyaman digenggam dan cukup responsif. Layar sentuhnya juga peka terhadap sentuhan. Harus diakui, sesekali Magna terasa tersendat sepersekian detik. Namun, kondisi itu jarang terjadi. Secara umum ponsel tersebut masih pantas dibilang relatif gegas.

Pengurang daya tarik Magna ada dua. Foto-foto yang dihasilkan kamera ponsel itu kurang impresif. Bodi belakang atau back cover ponsel berdimensi fisik 139,8 x 69,9 x 10,15 milimeter dan 137 gram tersebut juga tidak mengecewakan gampang tergores.

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Lebih manis mana dibandingkan LG G2 Mini, L90, dan G3 Beat? Karena Magna merupakan penerus tiga ponsel itu, masuk akal kalau ada calon pembeli yang mencoba membandingkannya. Penulis tak bisa berkomentar soal G3 Beat karena tak pernah menguji pakai ponsel tersebut.

Tersisa G2 Mini dan L90. Menurut penulis, G2 Mini mengungguli L90. Kalau G2 Mini diadu melawan Magna, Magna menang di keindahan tampilan fisik. Tingkat kegegasan ponsel juga unggul tipis.

Sebaliknya, G2 Mini mengalahkan Magna dalam hal kinerja kamera. Di mata penulis, warna yang disajikan layar G2 Mini lebih tajam dan “hidup” daripada layar Magna. Terakhir, G2 Mini sanggup difungsikan sebagai remote control TV. Kemampuan serupa tak ditemukan di Magna.

***

Contoh foto yang dihasilkan LG Magna.

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Tiga foto di bawah ini dijepret menggunakan kamera depan.

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Setiap kali mendengar ponsel berlayar lengkung Review LG Magna: Layar Lengkung Tak Harus Mahal

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)