Review Lg G4 Stylus: Penerus Tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G4 Stylus, beberapa follower akun Twitter @herrysw langsung berkomentar. Intinya senada. “Akankah G4 Stylus bernasib sama dengan LG G3 Stylus?” tulis mereka.

Mereka sepertinya masih mengingat ulasan G3 Stylus yang penulis unggah ke blog Ponselmu.com pada November tahun lalu. Saat itu penulis menilai performa G3 Stylus melebihi prediksi semula. Bukan lebih baik, melainkan lebih buruk. Kesimpulan akhirnya, jangan membeli G3 Stylus.

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Sebagai penerus G3 Stylus, G4 Stylus alias LG H540 dibekali layar IPS 5,7 inci beresolusi HD 1.280 x 720 piksel. Tampilan layarnya cukup sedap dipandang mata. Layar itu juga relatif peka terhadap sentuhan. Di bab bawah layar terdapat tombol sentuh alias home touch button yang susunan tombolnya bebas diatur pengguna. Bianda, misalnya, sanggup meletakkan tombol back di ujung kiri, sedangkan Ridwan menempatkan tombol yang sama di ujung kanan.

Konektor micro USB sanggup ditemukan di bab bawah ponsel. Sedangkan di sisi atas ponsel, selain konektor audio 3,5 milimeter, terselip sebuah stylus. Bagi pengguna yang belum terbiasa menggunakan ponsel berlayar sentuh, stylus itu sangat membantu pengguna dalam mengetikkan rangkaian kalimat.

Sebaliknya, buat pengguna yang telah lancar mengoperasikan ponsel berlayar sentuh, keberadaan stylus malahan memperlambat pengetikan kalimat. Selama berhari-hari menguji pakai G4 Stylus, contohnya, penulis nyaris tak pernah memanfaatkan stylus itu. Lebih lezat dan cepat membiarkan dua jempol menari-nari di atas layar sentuh. Stylus mudah hanya penulis gunakan ketika perlu menciptakan coretan sederhana.

Janganlah mencari tombol power dan volume di sisi kiri dan kanan G4 Stylus. Sama dengan aneka tipe ponsel LG, tombol tersebut diletakkan di bab belakang bodi. Penempatan semacam itu dimulai LG dua tahun kemudian ketika memperkenalkan G2. Awalnya penulis memandangnya janggal, tetapi sesudah mencobanya sendiri, ternyata lebih nyaman dan ergonomis.

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Ponsel berukuran 154,4 x 79,2 x 9,4 milimeter dan berat 163 gram itu memiliki kamera ganda. Kamera utamanya beresolusi 13 megapiksel dan dilengkapi fokus otomatis maupun lampu kilat. Bila difungsikan sebagai perekam video, ia sanggup menghasilkan klip video full HD 1080p.

Menu bawaan kamera sangat sederhana. Pilihan mode HDR pun tak tersedia. Meskipun demikian, kinerja kamera pantas dikategorikan cukup prima. Foto-foto yang dihasilkan relatif tajam, sesuai dengan warna aslinya, dan dalam kondisi tertentu sukses menyajikan dampak bokeh.

Beralih ke kamera depan. Kamera itu sanggup memproduksi foto beresolusi lima megapiksel dan klip video full HD 1080p. Walaupun tidak dibekali lampu kilat di sisi muka, pengguna yang hendak selfie di daerah gelap sanggup memperoleh pencahayaan tambahan.

Caranya, tekanlah simbol lampu kilat di bab atas layar. Preview wajah pengguna di layar ponsel impulsif akan mengecil. Di sekelilingnya tersaji bingkai yang menyala terang. Fungsinya untuk memperlihatkan derma pencahayaan.

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Untuk meminimalkan guncangan ponsel ketika selfie, pengguna pantas mencar ilmu memanfaatkan gesture shot. Praktis kok. Cukup arahkan telapak tangan ke kamera depan hingga muncul bingkai berwarna biru. Berikutnya, katupkan telapak tangan dengan cepat. Kamera akan pribadi mulai menghitung 3� 2� 1� jepret.

Pilihan lain yaitu mendayagunakan cheese shutter. Ucapkan kata cheese, smile, whisky, kimchi, atau LG dengan lantang. Kamera otomatis akan menjepret. Sedikit gosip tambahan, cheese shutter kurang cocok digunakan di lokasi yang gaduh.

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Prosesor delapan inti (octa core) MediaTek MT6592 1,4 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 1 GB, ROM 8 GB, dan selot microSD merupakan sebagian spesifikasi teknis lain G4 Stylus. Ketika ponsel masih segar, memori internal menyisakan ruang kosong 3,36 GB.

Dua kartu micro SIM sanggup diselipkan dan siaga bersamaan. Satu nomor sanggup masuk ke jaringan 2G dan 3G, sedangkan satu nomor lainnya terkunci di jaringan 2G. Pengguna leluasa menentukan nomor di selot SIM1 atau SIM2 yang diizinkan mengakses jaringan 3G. Asalkan didukung oleh layanan operator GSM yang dipakai, pengguna G4 Stylus berpeluang menikmati kecepatan kanal data hingga 21 Mbps.

Ponsel bersistem operasi Android 5.0.2 Lollipop itu menggunakan baterai 3.000 mAh yang sanggup dilepas pasang. Dengan perkiraan ponsel tak pernah dipadamkan dan selalu terkoneksi ke internet, di tangan penulis baterai G4 Stylus sanggup bertahan sehari semalam.

Fitur lain ponsel itu, antara lain, penghadang telepon dan SMS masuk dari nomor tertentu serta QuickMemo+. Ada pula radio FM yang siarannya sanggup direkam. Sayang, fitur remote control televisi yang dulu tersedia di G3 Stylus dan G Pro Lite, keduanya “kakak kandung” G4 Stylus, kini dihapuskan.

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Ingin mengirimkan SMS ucapan selamat ulang tahun nanti pukul 00.01? Bisa! Pengguna tak usah menunda tidur hingga tengah malam demi mengirimkan SMS tersebut. Manfaatkan saja fitur penjadwal pengiriman SMS. Ketikkan SMS sekarang, kemudian aturlah semoga SMS itu terkirim otomatis pada waktu yang ditentukan.

Untuk mempermudah pengguna memantau dua aplikasi sekaligus, tersedia fitur dual window. Dalam pemakaian sehari-hari, penulis paling mencicipi kegunaan dual window ketika mendapatkan email atau SMS yang menyertakan tautan alias hyperlink. Penulis tinggal mengklik tautan itu. Halaman situs akan tersaji di layar, tanpa menutup jendela email atau SMS. Satu di atas, satu lagi di bawah.

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Saat ini harga resmi G4 Stylus dipatok Rp 2.999.000. Harga yang ditawarkan di toko ponsel milik perorangan biasanya lebih murah sekitar Rp 100.000. Dengan harga segitu, kapasitas RAM yang hanya 1 GB tidak mengecewakan patut disayangkan. Alangkah indahnya kalau ponsel itu dibekali RAM 2 GB.

Kalau berbicara kinerja, meskipun tidak supercepat, ponsel itu relatif gegas dan nyaman digunakan. Satu hal yang perlu diketahui calon pembeli, G4 Stylus bukanlah LG G4 yang diberi aksesori stylus. Spesifikasi keduanya sangat berbeda. G4 yaitu ponsel flagship, high end, alias papan atas. Sedangkan G4 Stylus diposisikan sebagai ponsel kelas menengah. Harganya juga berbeda sangat jauh, Rp 7.499.000 versus Rp 2.999.000.

Kesimpulan versi penulis, dengan memperhatikan harga jual dan spesifikasi, G4 Stylus yaitu penerus G3 Stylus dan G Pro Lite. Namun, kalau ditilik dari performa, G4 Stylus bukan penerus G3 Stylus yang sempat penulis beri gelar tidak layak beli. G4 Stylus jauh lebih gegas dan jarang tersendat.

Karena itu, boleh dong bila penulis memperlihatkan judul yang agak membingungkan atas goresan pena ini: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus. Anda memahami maksudnya, bukan?

***

Inilah foto-foto yang dihasilkan G4 Stylus.

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Mencoba lampu kilat kamera G4 Stylus.

Lampu kilat padam.

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Lampu kilat menyala.

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Menjajal kamera depan. Sengaja mencari lokasi dengan backlight kuat.

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Kala mengetahui penulis menguji pakai LG G Review LG G4 Stylus: Penerus tapi Bukan Penerus G3 Stylus

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)