Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, Dan Nyaman Buat Telinga

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan headset bluetooth Jabra Eclipse hanya dalam satu kalimat, penulis alias HSW akan mengatakan, “Mungil, ringan, dan nyaman buat telinga.”

Mungil. Eclipse berdimensi fisik 49,95 x 17,58 x 24,82 milimeter. Supaya Anda lebih gampang membayangkannya, peranti tersebut sengaja difoto berdampingan dengan sebuah baterai AA. Silakan melihat perbandingan ukurannya.

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Kalau ditimbang, bobot headset bluetooth itu hanya 5,5 gram. Ringan. Saat digunakan Eclipse sama sekali tak terasa membebani telinga. Apalagi, rancang bangkit peranti tersebut memang relatif ergonomis. Tak peduli sehari-hari mengenakan beling mata atau tidak, pengguna mestinya tetap nyaman menggunakan Eclipse.

Satu isu penting yang perlu diketahui, Eclipse didesain hanya untuk dipasangkan di indera pendengaran kanan. Kalau dikaitkan ke indera pendengaran kiri, ia akan sangat gampang terjatuh.

Agar lebih menempel di indera pendengaran dan bunyi terdengar lebih optimal, pengguna Eclipse sebaiknya menentukan ukuran eargel yang sesuai. Di dalam paket penjualan disertakan empat penyumpal indera pendengaran (eargel). Ada ukuran XS, S, M, dan L. Lain pengguna bisa lain ukuran. Setelah mencobanya satu per satu, ukuran M terasa paling cocok buat HSW.

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Sehari-hari membawa lebih dari satu ponsel? Ada kabar gembira. Eclipse sanggup dihubungkan dengan dua ponsel sekaligus. Kala pengguna mendapatkan panggilan masuk ke ponsel A, Eclipse eksklusif mengikatkan diri dengan ponsel A. Lain waktu, headset blueooth itu otomatis berpindah pasangan ketika pengguna terdeteksi melaksanakan panggilan keluar menggunakan ponsel B.

Sebuah charging case alias docking disertakan dalam penjualan. Charging case berukuran 62,2 x 54 x 25,5 milimeter dan berat 35 gram itu mempunyai fungsi ganda. Yaitu, sebagai daerah penyimpanan sekaligus pengisi daya. Adanya magnet di embel-embel tersebut menciptakan Eclipse takkan terjungkal meskipun charging case sengaja dibalik atau digoyang-goyangkan.

Sebagai pengisi daya, di dalam charging case terdapat baterai tanam yang berfungsi layaknya power bank nirkabel. Eclipse yang terpasang akan disi ulang sehingga selalu siap pakai. Jadi, sambil dikantongi dan tanpa ada kabel yang menjulur, si Eclipse tetap bisa di-charge.

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Kala daya baterai charging case mulai melemah, barulah embel-embel itu perlu dihubungkan ke sumber listrik via kabel berkonektor micro USB. Untuk mengisi ulang charging case dan Eclipse hingga penuh, biasanya dibutuhkan waktu lebih dari tiga jam, tetapi kurang dari empat jam.

Cocok dengan Aneka Ponsel

Eclipse diklaim kompatibel dengan gawai bersistem operasi Android dan iOS. Syaratnya satu saja, gawai yang akan dipasangkan wajib dibekali bluetooth. Di buku panduan pemakaian tidak disebutkan persyaratan lain. Misalnya, minimal bersistem operasi versi tertentu.

Karena tak mempunyai iPhone dan produk Apple lain, selama uji pakai HSW selalu memadukan Eclipse dengan ponsel Android. Acer Liquid Z320, Alcatel onetouch Flash 2, Asus Zenfone 2 Laser, Huawei P8, dan Infinix Hot 2 merupakan sederet ponsel yang pernah HSW coba “nikahkan” dengan Eclipse. Penulis sempat pula memasangkannya dengan Leagoo Elite 5, Meizu M2, Sony Xperia Z5, dan Wiko Highway Star.

Saat proses pairing awal, HSW sengaja mencoba dua alternatif yang tersedia. Ketika menggunakan ponsel yang dibekali NFC, pairing dilakukan via NFC. Sedangkan kala menggunakan ponsel tanpa NFC, “pernikahan” digelar lewat bluetooth. Hasilnya, proses pairing selalu sukses.

Untuk mempermudah mengontrol Eclipse, pengguna disarankan mengunduh dan menginstalasikan aplikasi Jabra Assist dari Play Store. Dengan menjalankan aplikasi itu di ponsel, pengguna bisa mengecek sisa daya baterai Eclipse maupun mengaktifkan fitur pembaca SMS yang sayangnya belum bisa berlogat Indonesia.

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Lupa meletakkan Eclipse di mana? Jabra Assist siap membantu pengguna. Masuk saja ke sajian find my Jabra. Di layar ponsel akan tersaji peta, lengkap dengan ikon headset. Di situlah Eclipse kali terakhir terkoneksi.

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Bila peranti mungil itu diduga terselip di daerah yang relatif sunyi, tekanlah tombol bertuliskan beacon di ujung kanan atas layar ponsel. Eclipse impulsif akan berdenging. Suaranya tidak keras, tetapi masih terdengar. Penulis sempat mencobanya di dalam kamar, di dalam taksi, bahkan pujasera yang tak terlalu gaduh. Hasilnya, orang lain yang berada di erat HSW juga mendengarnya. “Ada bunyi nguing-nguing apa ya ini?” tanya mereka.

Masih perihal aplikasi Jabra Assist. Berbekal aplikasi itu, pengguna sanggup pula melaksanakan update firmware. Selama HSW menggunakan Eclipse, peranti tersebut sudah satu kali memperoleh update firmware.

Dua Skenario Pemakaian

Secara umum ada dua macam skenario pemakaian. Pertama, membiarkan Eclipse selalu terpasang di telinga. Kala ada panggilan telepon masuk, pengguna cukup mengetuk bodi Eclipse untuk mendapatkan panggilan. Alternatif lain, berkata answer.

Di bodi Eclipse sama sekali tidak terdapat tombol. Seandainya pengguna ingin mengubah tingkat volume, tekan saja tombol volume di ponsel. Tuntas bercakap-cakap, pengguna cukup mengetuk Eclipse dua kali lagi untuk tetapkan sambungan.

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Ingin mengecek sisa daya baterai tanpa melihat layar ponsel? Saat Eclipse siaga, ketuklah peranti itu satu kali. “Three hours battery remaining.” Itulah teladan bunyi yang akan terdengar. Maknanya, bila digunakan bertelepon, baterai Eclipse sanggup bertahan tiga jam lagi.

Skenario pemakaian yang kedua yakni membiarkan Eclipse terpasang di charging case. Ketika ada panggilan masuk, headset bluetooth itu gres diangkat dan dikaitkan ke telinga. Usai bertelepon, Eclipse kembali diletakkan di charging case.

HSW termasuk penggemar skenario pemakaian kedua. Alasannya sederhana. Eclipse akan otomatis nonaktif ketika terpasang di charging case. Dengan demikian, penggunaan baterai akan lebih hemat. Telinga pun senantiasa terpapar udara segar.

Berapa lamakah daya tahan baterai Eclipse? Bergantung sikap pemakaian. Bila HSW menjalankan skenario pemakaian pertama, baterai Eclipse biasanya bertahan 3-4 hari. Sedangkan bila HSW menerapkan skenario pemakaian kedua, Eclipse plus charging case-nya gres perlu diisi ulang seminggu sekali.

Plus Minus

Seperti sudah disebutkan di bab awal goresan pena ini, mungil, ringan, dan nyaman buat indera pendengaran merupakan sederet kelebihan Eclipse. Lawan bicara bisa mendengar bunyi pengguna dengan jelas. HSW pernah sengaja menggunakan Eclipse di tepi jalan yang ramai dengan bunyi klakson dan deru mesin kendaraan bermotor. Hasilnya, lawan bicara masih sanggup menangkap kata demi kata yang HSW ucapkan.

Karena sering membawa dua ponsel, kemampuan multikoneksi Eclipse juga bermanfaat sekali. HSW tak perlu menentukan ponsel mana yang akan dihubungkan ke headset bluetooth. Sepasang ponsel sanggup disambungkan bersamaan. Praktis.

Betapa pun, Eclipse tidak lepas dari kekurangan. Nilai minus utama yang HSW temukan, pada pengaturan standar, volume yang dikeluarkan Eclipse terlalu lirih. Kurang keras. Lawan bicara memang mendengar ucapan HSW dengan jelas. Namun, HSW kesulitan mendengarkan perkataan lawan bicara.

Kedua, entah mengapa, ketika dipadukan dengan Alcatel onetouch Flash 2, Huawei P8, dan Meizu M2, koneksi antara ponsel dan Eclipse berkali-kali mendadak terputus. Ketika tersambung pun, bunyi yang didengar HSW dan lawan bicara cenderung timbul tenggelam.

Padahal, dengan pola pemakaian yang sama, Asus Zenfone 2 Laser, Infinix Hot 2, Leagoo Elite 5, Sony Xperia Z5, dan Wiko Highway Star lancar jaya dipadukan dengan Eclipse. Acer Liquid Z320 yang harga jualnya sedikit di atas Rp 1 juta pun akur dengan headset bluetooth itu.

Ketiga, pemakaian voice command Eclipse relatif kurang nyaman. Saat memperlihatkan perintah bunyi untuk mendapatkan telepon, misalnya, HSW tak bisa menyebutkan kata answer dengan perlahan. HSW wajib mengucapkan kata itu dengan lantang. Lha bila sedang berada di ruangan yang tenang, kemudian HSW mendadak setengah berteriak answer, orang lain bakal terkejut dong.

Khusus poin minus pertama, HSW mempunyai satu kiat yang tidak seratus persen menuntaskan masalah, tetapi tidak mengecewakan membantu. Caranya, masuklah ke aplikasi Jabra Assist, pilih device settings, kemudian matikan automatic volume. Berikutnya masuklah ke sajian in-call audio. Ubahlah pengaturan dari awalnya normal menjadi enhance clarity atau enhance bass.

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Saat ini Jabra Eclipse dijual dengan harga ritel resmi Rp 1.999.000. Produk itu bergaransi resmi setahun dan menganut prinsip one to one replacement. Maksudnya, umpama konsumen melaksanakan klaim garansi, produk itu bukan diservis melainkan diganti baru. Kebijakan tersebut tentu tidak berlaku bila kerusakan terjadi alasannya yakni kelalaian pengguna. Misalnya, headset bluetooth tak berfungsi alasannya yakni terlindas kendaraan bermotor.

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Umpama diminta menceritakan pengalaman menggunakan  Review Jabra Eclipse: Mungil, Ringan, dan Nyaman buat Telinga

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)