Review Infinix Zero 2 Lte: Bodi Kevlar, Ram 3 Gb, Dan Lte

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung, Infinix mulai menjadi materi percakapan di kalangan pengguna ponsel. Ponsel pertamanya di sini, Infinix Hot Note, dianggap menggiurkan. Bagi konsumen di kelas menengah, kapan lagi ada ponsel Android dual SIM, prosesor delapan inti, RAM 2 GB, dan baterai jumbo 4.000 mAh dijual Rp 1,599 juta saja.

Ketika produk kedua meluncur, Infinix Zero 2 LTE dengan harga Rp 2,499 juta, sebagian pengguna dan pedagang ponsel eksklusif menilai Infinix terlalu percaya diri. “Wah, harganya ngawur. Siapa yang mau membeli ponsel merek tidak populer dengan harga segitu.” Umpama belum melihat spesifikasinya, penulis mungkin akan beropini senada. Namun, sesudah mencermati spesifikasi dan kemudian mencobanya, Zero 2 LTE ternyata mempunyai modal besar lengan berkuasa untuk dihargai segitu.

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

RAM 3 GB dan LTE. Itulah dua poin yang menjadi nilai jual utama Zero 2 LTE. Di antara seluruh ponsel dengan RAM 3 GB yang beredar resmi di Indonesia, setahu penulis, harga jual Zero 2 LTE yaitu yang termurah. Ponsel bersistem operasi Android 5.1 Lollipop tersebut juga mendukung layanan 4G LTE.

Kompatibel dengan layanan LTE di band atau frekuensi berapa? Nah, itu ia masalahnya. Di situs resmi Infinix pun tak ada keterangan. Namun, merujuk kepada uji pakai yang penulis lakukan, ponsel itu setidaknya sanggup digunakan untuk menikmati layanan LTE di band 3 (1800 MHz) dan 8 (900).

Alasannya sederhana. Selama menggunakan Zero 2 LTE, penulis sukses memadukannya dengan LTE XL dan Telkomsel di Surabaya. LTE XL di Kota Pahlawan mengudara di frekuensi 1800, sedangkan lebih banyak didominasi LTE Telkomsel masih memanfaatkan frekuensi 900.

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Daya tarik lain Zero 2 LTE bekerjasama dengan kondisi fisik. Ponsel itu memanfaatkan layar Super AMOLED buatan Samsung. Bentang layarnya lima inci dengan resolusi HD 1.280 x 720 piksel. Karena sudah mengadopsi Corning Gorilla Glass 3, permukaan layar tersebut relatif lebih sulit tergores.

Ketika ponsel siaga, tetapi layar padam, tersedia dua cara untuk mengaktifkan layar tanpa menekan tombol power. Cara pertama, ketuklah layar dua kali dengan menggunakan jari. Layar akan menyala dan masih dalam posisi terkunci. Untuk meng-unlock layar, pengguna tinggal mengusapkan jari dari bawah ke tengah layar. Bisa pula dengan menyapukan telapak tangan di bab atas ponsel, dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

Cara kedua serupa dengan yang sebelumnya telah penulis rasakan di ponsel Jolla dan BlackBerry 10. Saat layar ponsel padam, dengan sedikit tekanan, sapukan jari dari bawah layar ke atas. Layar akan menyala sekaligus terbuka.

Bodi belakang Zero 2 LTE terbuat dari Kevlar. Kevlar merupakan materi yang fleksibel, kuat, dan tahan panas. Beratnya hanya seperlima besi. Material tersebut lazim digunakan dalam pembuatan ban, pakaian luar angkasa, hingga rompi antipeluru.

Ponsel itu tersedia dalam dua varian warna, hitam dan merah. Calon pengguna yang ingin tampak lebih macho disarankan meminang yang hitam. Tampilan permukaan Kevlar-nya akan mengingatkan pengguna dengan, misalnya, ponsel Motorola RAZR XT910 yang tiga tahun kemudian beredar di sini. Lantaran enggan terlihat pasaran, penulis sengaja menentukan Zero 2 LTE merah.

Diadu dengan ponsel berlayar lima inci lain yang beredar di pasar, bobot Zero 2 LTE yang 118 gram tergolong ringan. Ukuran bodinya pun relatif tipis. Yaitu, 145 x 71,5 x 6,7 milimeter. Pengguna seharusnya akan merasa nyaman kala menggenggam maupun mengantonginya.

Spesifikasi lain ponsel itu, antara lain, prosesor 64-bit MediaTek MT6735 1,3 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, ROM 16 GB, dan selot kartu microSD. Saat ponsel belum diutak-atik, sisa memori internal mencapai 10,78 GB. Ponsel yang juga mempunyai fitur radio FM itu menggunakan baterai tanam berkapasitas 2.300 mAh.

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Dua nomor GSM, keduanya menggunakan kartu micro SIM, bisa siaga bersamaan di Zero 2 LTE. Pengguna bebas menentukan nomor mana yang akan digunakan untuk berinternet. Nomor yang dipilih otomatis leluasa masuk ke jaringan 2G, 3G, dan 4G LTE. Satu nomor lainnya bakal terkunci di jaringan 2G saja.

Kamera utama ponsel itu beresolusi 13 megapiksel. Kamera dengan fokus otomatis dan lampu kilat tersebut sanggup pula menghasilkan klip video full HD 1080p. Spesifikasi kamera depannya lebih rendah. Kemampuan maksimalnya memproduksi foto beresolusi lima megapiksel dan klip video VGA.

Sekarang saatnya membicarakan soal kinerja. Layar Zero 2 LTE bisa menampilkan gambar dan goresan pena dengan vivid. Kalau dijelaskan dengan bahasa yang membumi, warna demi warna sangat keluar, bahkan kadang melebihi kondisi aslinya. Penulis seringkali menyebutnya sebagai ndangdut. Para penggemar ponsel Samsung niscaya cocok dengan aksara layar menyerupai itu.

Respons ponsel yang antilelet, berdasarkan penulis, menjadi hal yang paling menyenangkan dari Zero 2 LTE. Daya tahan baterainya agak di luar dugaan. Dengan kapasitas baterai 2.300 mAh dan spesifikasi umum yang cukup tinggi, calon pembeli mungkin menyangka baterai itu hanya sanggup bertahan setengah hari.

Praktiknya tidak demikian. Sekali diisi ulang hingga penuh, baterai Zero 2 LTE bisa bertahan rata-rata 14 jam. Dua nomor selalu siaga bersamaan dan salah satu di antaranya berada di jaringan LTE. Selama rentang waktu tersebut, ponsel digunakan penulis untuk acara telepon, SMS, email, WhatsApp, dan browsing ringan. Memantau Twitter dan memotret objek menarik sesekali dilakukan pula.

Sisi minus Zero 2 LTE versi penulis, kinerja kameranya tidak memuaskan, terutama kalau digunakan di daerah berpencahayaan terbatas. Di daerah yang terang pun, foto yang dihasilkan cenderung kurang tajam dan lebih kusam daripada warna aslinya. Proses membidik objek, memotret, hingga menyimpan foto juga agak lambat

Ketika digunakan bertelepon, bunyi yang keluar dari earpiece tidak benar-benar jernih. Cara membayangkannya begini. Anggaplah Anda mendengarkan siaran radio FM, tetapi penempatan frekuensinya kurang tepat. Seharusnya 105,1 FM, tetapi posisi roda pengatur frekuensi di 105,0 FM.

Terakhir, tombol power dan volume yang terletak di sisi kanan ponsel terasa kurang kukuh. Kata orang Jawa, uglik-uglik. Saat Zero 2 LTE penulis padukan dengan jelly case transparan, sensasi “tombol goyang” itu eksklusif menghilang.

***

Inilah foto-foto yang dihasilkan Zero 2 LTE.

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Mencoba lampu kilat kamera Zero 2 LTE. Dimulai dengan lampu kilat padam.

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Lampu kilat menyala.

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Lampu kilat padam lagi.

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Lampu kilat menyala lagi.

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Satu foto berikut ini dijepret menggunakan kamera depan.

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Meskipun perannya di Indonesia gres seumur jagung Review Infinix Zero 2 LTE: Bodi Kevlar, RAM 3 GB, dan LTE

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)