Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol Untuk Baterai Dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan. Sebab, potensi pasar di negara ini memang amat menggiurkan pabrikan ponsel mana pun. Kendati demikian, seseorang yang bulan kemudian menghubungi penulis sukses menciptakan penulis penasaran. “Ponsel Infinix sebelumnya sudah terkenal di Nigeria,” ujarnya.

Wuiks� Nigeria. Imajinasi penulis pribadi bergerak liar. Jangan-jangan ponsel itu berfitur ala kadarnya. Yang penting bisa digunakan telepon dan SMS. “Mungkin bodinya besar, hitam, dan kuat,” gurau sobat penulis.

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Cikal bakal Infinix gres terang benderang ketika Jean Alexis, Vice President Infinix Mobility, menjelaskannya di program peluncuran Infinix Hot Note X551 di Jakarta, 9 Juni lalu. “Kami bukan berasal dari Nigeria. Infinix didirikan di Hong Kong pada 2009. Awalnya kami memfokuskan pemasaran di Afrika. Salah satunya di Nigeria,” kata Alexis.

Berikutnya, Infinix merambah ke Eropa Timur dan Timur Tengah. Desain serta riset dan pengembangan produk Infinix dikerjakan di Perancis dan Shanghai, Tiongkok. Sedangkan produksinya dilakukan di Shenzen, Tiongkok.

Alexis menambahkan, “Indonesia ialah negara pertama di Asia Tenggara yang menjadi sasaran perluasan Infinix. Sekarang kami memperlihatkan Infinix Hot Note X551 dan akan disusul dengan tipe lain.”

Spesifikasi Hot Note X551 di atas kertas cukup menggiurkan. Lebih-lebih jikalau melihat harga jualnya yang hanya Rp 1,599 juta. Di antaranya, prosesor delapan inti (octa core) MediaTek MT6592 1,4 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 2 GB, ROM 16 GB, dan selot kartu microSD. Saat ponsel masih baru, sisa memori internal mencapai 10,87 GB.

Kapasitas baterainya tergolong besar. Ponsel Android 4.4.2 KitKat tersebut dibekali baterai tanam lithium polymer 4.000 mAh. Meskipun demikian, bukan berarti bodi ponsel menjadi tebal dan berat. Dimensi fisiknya 156 x 77,88 x 8,9 milimeter dan berat 172 gram.

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Ponsel dengan layar IPS 5,5 inci beresolusi 1.280 x 720 piksel itu mempunyai dua kamera. Kamera di sisi belakang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Ia bisa menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel dan klip video full HD 1080p. Sedangkan kamera depan Hot Note siap memproduksi foto dua megapiksel dan klip video VGA.

Ketika memotret, baik menggunakan kamera depan maupun belakang, pengguna tidak harus menyentuh layar. Dengan mengaktifkan voice capture, pengguna cukup berkata cheese atau capture untuk memerintahkan kamera menjepret. Kalau yang diaktifkan sound capture, bunyi apa saja dengan tingkat volume tertentu bakal memicu kamera memulai pemotretan.

Tersedia pula bermacam-macam efek tambahan. Pengguna leluasa menentukan bermacam-macam bingkai dekoratif dan template. Misalnya, menjadi Bruce Lee, penyanyi, dan pemain NBA.

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Dua nomor GSM, seluruhnya menggunakan kartu micro SIM, sanggup siaga bersamaan di Hot Note. Pengguna bebas menentukan nomor mana yang akan diarahkan ke jaringan 3G. Satu nomor yang lain otomatis terkunci di jaringan 2G saja.

Bila diperhatikan, di sajian telepon Hot Note terdapat pilihan gesture dialing. Untuk melaksanakan panggilan ke kontak tertentu, pengguna mestinya cukup menuliskan abjad tertentu di layar. Contohnya, abjad R untuk menghubungi rumah. Masalahnya, cara pemakaian fitur gesture dialing itu ternyata misterius. Selama sekitar satu jam penulis mengutak-atik fitur tersebut, tetapi masih gagal menjalankannya.

Suatu hari, bila pengguna menginginkan hiburan sekaligus memantau informasi terbaru, aktifkan saja radio FM. Siaran radio yang sedang didengarkan bisa direkam. Khawatir tertidur kala beristirahat sambil mendengarkan siaran radio? Tenang. Radio FM di Hot Note sanggup diatur biar otomatis padam dalam durasi tertentu. Misalnya, 30 menit.

Bagaimana kinerja faktual Hot Note? Ada dua hal yang menciptakan penulis menyayangi ponsel itu. Pertama, cara mengaktifkan dan memadamkan layarnya sangat praktis. Cukup ketukkan jari dua kali di layar alias sama dengan aneka tipe ponsel LG. Tingkat keberhasilan ketuk-ketuk layar itu tergolong tinggi. Ketukan jari penulis nyaris selalu berhasil membangunkan maupun menidurkan ponsel.

Sebenarnya ada pula fitur quick start atau quick gesture. Misalnya, ketika ponsel siaga, tetapi layar padam, penulis cukup menuliskan abjad W di layar untuk membuka WhatsApp. Kalau ingin mengakses kamera, sapukan jari membentuk abjad C. Namun, penulis terus terang jarang sekali memanfaatkan quick start. Bagi penulis, mengetuk layar kemudian membuka suatu aplikasi secara manual justru terasa lebih cepat.

Kedua, selama menggunakan Hot Note, penulis tak pernah khawatir kehabisan baterai. Asalkan setiap malam dihubungkan ke charger, keesokan harinya penulis bisa menggunakan ponsel dengan tenang. Mau semenjak pagi hingga larut malam pun oke-oke saja. Baterai 4.000 mAh yang dibenamkan ke ponsel tersebut selalu siap memasok daya ke ponsel.

Seandainya baterai ponsel itu sengaja tidak di-charge hingga kehabisan daya, Hot Note sanggup mendampingi penulis beraktivitas selama satu hari satu malam. Kadang malahan menembus durasi 30 jam. Lebih dari cukup deh.

Infinix mengklaim Hot Note mendukung fast charging. Proses pengisian ulang baterai disebutkan bisa tiga kali lebih cepat. Charging selama 20 menit sanggup menghasilkan daya yang memadai untuk mengaktifkan ponsel selama tujuh jam.

Karena baterai ponsel itu selalu cukup untuk pemakaian sehari penuh, penulis tak terlalu memedulikan kemampuan fast charging tersebut. Namun, harus diakui jikalau proses pengisian ulang baterai Hot Note memang tergolong cepat. Berkali-kali penulis mencoba melaksanakan charging dengan kondisi yang sama. Proses pengisian ulang dimulai ketika daya baterai tersisa sepuluh persen. Ponsel dipadamkan total selama proses charging. Hasilnya, baterai akan penuh dalam tempo paling cepat 1 jam 53 menit dan paling lambat 2 jam 17 menit.

Kini beralih ke sisi minus. Suara yang dikeluarkan earpiece Hot Note cenderung tidak jernih. Dengan demikian, walaupun penulis sedang bercakap-cakap via telepon dengan seseorang yang aslinya bersuara merdu, bunyi lawan bicara itu akan terdengar kurang jelas.

Satu lagi. Ini yang menjadi kekurangan utama Hot Note. Di luar dugaan, walaupun di atas kertas mempunyai spesifikasi gahar, ponsel yang mendukung USB On-The-Go itu ternyata lemot. Sama sekali tak pantas dibilang gegas. Saat menjalankan kamera, contohnya, semenjak ikon kamera ditekan hingga siap memotret diharapkan waktu 2-3 detik. Perpindahan antarmenu juga relatif lambat.

Kalau diperhatikan, firmware Hot Note yang penulis gunakan sepertinya mengandung bermacam-macam bug. Saat kondisi RAM dipantau, suatu ketika sisa RAM bisa terlihat minus. Kondisi itu terjadi sebab firmware ponsel menganggap Hot Note mempunyai RAM 1 GB. Padahal, ponsel itu gotong royong dibekali RAM 2 GB. Akibatnya, ketika pemakaian RAM melebihi 1 GB, konsumsi RAM berikutnya akan diperhitungkan sebagai minus.

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hal lain, ada fungsi MTK Logger yang otomatis aktif ketika ponsel dinyalakan. MTK Logger itu terbukti rakus mengonsumsi memori internal. Setelah Hot Note beberapa hari dipakai, kapasitas memori internal yang “dimakan” MTK Logger mencapai hitungan gigabyte. Untungnya file ekstrabesar itu sanggup dihapus secara manual.

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Pilihan warna pada tampilan antarmuka notifikasi Hot Note, berdasarkan penulis, juga kurang mantap. Kombinasi warnanya kurang kontras sehingga notifikasi sulit dibaca. Tampilan antarmuka ponsel itu secara umum juga terlihat agak jadul.

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Penulis yakin, kekurangan utama dan beberapa bug yang ditemukan bisa disembuhkan lewat update firmware. Jadi, kini Infinix mempunyai sebuah pekerjaan rumah yang wajib segera diselesaikan. Yaitu, keluarkan update firmware yang tepat atau minimal nyaris tepat untuk Hot Note.

Merujuk kepada uji pakai yang penulis lakukan, penulis memberikan acungan dua jempol kepada Infinix Hot Note X551. Satu jempol tegak untuk daya tahan baterai dan satu jempol terbalik untuk kecepatan respons ponsel.

UPDATE I: Kemarin, 9 Juli 2015, penulis mendapatkan informasi bahwa Hot Note yang dijual via Lazada menggunakan versi firmware berbeda dengan yang penulis gunakan. Firmware itu diklaim lebih tepat sehingga kinerja ponsel pun membaik. Kelak penulis akan mencobanya dan memberikan kesudahannya di sini.

UPDATE II: Malam ini, 11 Juli 2015, penulis telah mendapatkan Hot Note yang dipasarkan lewat Lazada. Penulis bergegas membuka dan mengaktifkannya. Kesan pertama, performanya sangat berbeda dengan Hot Note yang sebelumnya penulis uji pakai. Penulis akan memakainya sebagai ponsel utama dulu selama beberapa hari. Paling lambat Rabu, 15 Juli 2015, penulis akan memaparkan kesudahannya di sini.

UPDATE III: Agar Anda tidak bingung, dalam update kali ini penulis menggunakan istilah Hot Note 1 dan Hot Note 2. Hot Note 1 ialah unit Hot Note pertama yang sebelumnya penulis uji pakai dan dijadikan dasar penulisan review ini. Sedangkan Hot Note 2 ialah unit Hot Note kedua yang penulis terima pada 11 Juli lalu. Unit itu dijual via Lazada.

Mulai 11 Juli 2015 malam hingga ketika mengetikkan update ini, penulis menggunakan Hot Note 2 sebagai ponsel utama. Hasilnya, Hot Note 2 mempunyai kinerja yang sangat bertolak belakang dengan Hot Note 1.

Beragam sisi minus yang penulis sebutkan di review terdahulu telah menghilang. Apa saja? Penulis sebutkan satu per satu ya.

Suara earpiece cenderung tidak jernih. Masalah ini tidak terjadi lagi. Poin ini biasanya lebih ditentukan faktor hardware, bukan software. Ponsel lemot. Hilang juga. Hot Note 2 tergolong gegas. Berapa kilometer per jam? Hussh… ini bukan balap mobil.Kondisi RAM terlihat minus. Hal itu tak pernah terjadi lagi. Sembuh total. Ada fungsi MTK Logger yang otomatis aktif ketika ponsel dinyalakan dan rakus mengonsumi memori internal. Problem serupa sudah lenyap. Kalau dulu memori internal yang “dimakan” MTK Logger mencapai hitungan gigabyte, barusan penulis cek hanya mengonsumsi 32 kilobyte. Sedikit sekali. Pilihan warna pada tampilan antarmuka notifikasi Hot Note, kurang mantap. Kombinasi warnanya kurang kontras sehingga notifikasi sulit dibaca. Nah, poin kelima ini masih menetap. Semoga kelak disempurnakan oleh Infinix.

Kesimpulan selesai ala penulis kini berubah. Dengan memperhatikan harga jual, spesifikasi, dan kinerja terkini, Infinix Hot Note X551 layak dibeli. Semoga kelak ponsel itu bukan dijual lewat Lazada saja.

Oh ya, ini screen capture perbedaan firmware Hot Note yang penulis gunakan.

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

***

Berikut pola foto yang dihasilkan Hot Note.

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Sapi kertas hitam, bukan sapi lada hitam.

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Satu foto di bawah ini dijepret menggunakan kamera depan.

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Hadirnya ponsel merek gres di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan Review Infinix Hot Note X551: Dua Jempol untuk Baterai dan Kecepatan

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)